Dalam ajang Indo Defence 2012 di Kemayoran awal November lalu, bom P-100 ikut dipamerkan ke khalayak. P-100L ditampilkan dengan warna hijau, berjenis bom ber-fragmentasi dengan daya ledak tinggi, fokusnya adalah untuk menghancurkan konsentrasi pasukan tempur dan fasilitas yang ada di pangkalan militer. Bahkan disebut-sebut daya ledaknya mampu menghancurkan kendaraan lapis baja. Selain warna hijau, ciri dari bom P-100L adalah adanya detenator pada ujung bom.
Sebaliknya bom P-100 (practise) digunakan untuk latihan pengeboman pada siang hari. Bom ini dirancang untuk melatih ketepatan pengeboman pada area yang ditentukan. Bila bom mendarat di permukaan akan muncul efek smoke sebagai penanda jatuhnya bom. Selain diadopsi oleh Sukhoi, bom P-100 juga dapat dilepaskan dari jet tempur NATO, seperti F-5E Tiger II dan F-16 Fighting Falcon.
Meski bukan termasuk smart bomb alias bom pintar, hadirnya P-100 yang produksi Dalam Negeri ini setidaknya dapat memperkuat etalase senjata pada Sukhoi TNI AU, selain telah hadirnya 10 unit rudal ASM (air to surface missile)/rudal udara ke permukaan jenis Kh-31P jarak menengah. (Haryo Adjie Nogo Seno)
Spesifikasi Bom P-100L
- Kaliber : 100
- Berat Total : 100 – 125 kg
- Diameter : 1100 mm
- Fin Length : 550 mm
- Berat Hulu Ledak : 43 kg
- Detenator : AVU-ETM
- Kaliber : 100
- Berat Total : 100 kg
- Diameter : 273 mm
- Fin Length : 550 mm
- Smoke content : TiCL 4PA – Grade.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar